Message Not Send !

Message Yang Tak Pernah Terkirim

Apakah yang salah dari kehidupan di zaman sekarang dimana tekhnologi yang semakin tinggi, kehidupan dari pelosok pedesaan hingga kota metropolitan di semua kalangan amat mengandalkan tekhnologi internet yang di aplikasikan melalui smartphone. Sehingga media televisi dan radio sudah tidak menjadi kebutuhan perioritas dalam mendapatkan informasi yang update.

Beragam wadah media sosial menjadikan jembatan komunikasi hingga penjuru dunia. Memang canggih dan Keren, karena kita bisa menjalin pertemanan hinga mancanegara. Tak Heran, tanpa disadari, lama kalamaan budaya membaca pun menurun, dikarenakan wadah media sosial yang menyajikan template yang selalu update, cendrung menghasilkan visual gambar dan video lebih menarik untuk di nikmati. Dimana didalam conten conten itu juga memuat kolom komentar atau chatt juga dilengkapi dengan emoticon yang lucu sebagai pelengkap komunikasi audience.

Dan Tidak aneh manusia sekarang menjadi autis dadakan. Kita menjadi sibuk dengan gadget dengan kesenangan masing masing. Sudah pasti, membuat komunikasi hubungan keluarga menjadi berkurang. Namun tidak sedikit orang bisa mengambil kesempatan dan peluang dari kemajuan tekhnologi internet sekarang ini. Bagi mereka yang jeli dan tekun tentunya sangat gembira dengan kondisi yang amat memudahkan dalam menjalankan sebuah bisnis. Tapi sebaliknya, bagi mereka yang hanya semata mata menikmati keindahan dan ke asyikan sosial media, amatlah sangat merugi dan bahkan bisa saja membuat mereka terperangkap dalam satu kondisi yang merugikan, misalnya terjerat kasus penipuan, perselingkuhan,perampokan, sampai kasus pembunuhan.

Seperti kisah seorang gadis cantik yang ramah dan pintar yang bernama DARA. Selain dia ramah, juga pandai bergaul dan mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan, Selalu eksis diantara teman temannya. Sekian tahun berlalu, Dara disunting BRAM seorang laki laki tampan yang sudah mapan. Mereka hidup berkecukupan dan bahagia, apalagi mereka telah dikaruniai dua orang anak yang lucu lucu. Kehidupan wanita yang sudah menjadi ibu rumah tangga itu memang sangat padat sepanjang hari. Tapi pada jaman gedget minded seperti sekarang ini, bisa membuat sedikit hiburan di rumah, sebagai pengusir jenuh. Entah kapan dan siapa yang memulai, di tahun ke lima perkawinan, keharmonisan rumah tangga mereka melai sedikit meluntur. Dari komunikasi yang sekedarnya, bahkan kepedulian antara mereka itu terkikis sedkit demi sedikit. Yah, mereka menjadi keluarga autis dadakan. di ruang keluarga, ruang makan, bahkan ruang tidurpun mereka sibuk denga gedgetnya masing masing.

Sebenarnya kepekaan DARA sebagai seorang istri terhadap keanehan suaminya itu sudah terlihat, namun karena memudarnya rasa kepedulian itu, membuat kepekaan tentang sesuatu yang mengganjal, melumatkan rasa aneh itu tadi. Bahkan membuat DARA semakin eksis menjadi wanita sosialita yang banyak menghabiskan waktu diluar dengan sekontener aktivitas acara acara berkelas sebagai pelampiasan ke galawan hatinya. Dengan kondisi itu membuat hubungan BRAM dan DARA menjadi kehilangan rasa cinta dan kasih sayang yang pernah mereka miliki. Seakan akan mereka lupa bahwa mereka kini adalah orang dewasa yang sudah memiliki anak yang amat sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua.

That’s right! Kini mereka saling menyalahkan, saling tuduh dan saling merasa benar. Bram yang kini sibuk dengan wanita yang dianggap mengerti dirinya selalu hadir disetiap dia membutuhkannya. Lalu bagaimana dengan DARA? Perselingkuhan BRAM yang sudah dia ketahui, entah itu pelampiasan sakit hati atau apalah namanya, DARA pun melakukan hal yang sama dengan BRAM. Dia mengenal seorang laki laki bernama NEO dari salah satu jejaring sosial. Perkenalan yang diawali di Facebook membuat DARA menemukan warna baru dalam kehidupannya, dan dia merasa nyaman dengan sosok NEO yang belum lama dikenalnya. Kedekatan dari dunia maya hingga dunia nyata, lalu membuat hubungan terlarang itu menjadi intens.

Dan…….PRANKKKKK…..! Pecahlah bisul yang selama ini menjadi parasit dalam diri yang tanpa disadari menaburkan perih yang sengaja tak di rasa.

BRAM : Apakah salahku? karena kau sudah tidak memberikan aku Kebahagiaan….
DARA : Lalu…salahku? akupun ingin bahagia dengan suami yang memperdulikanku.
BRAM : Kebenarannya adalah kaulah yang salah…!
DARA : KITA yang salah! Salah…..memilih pasangan !

Nah lo…..tak ada habisnya kan…

Dalam debad mereka membandingkan kehidupan di masa lampau dan kehidupan saat ini. Sudah pasti banyak hal berubah, bukan? Walaupun banyak aspek kehidupan yang mengalami perubahan positif, tetapi sebaliknya keadaan sosial manusia rupanya mulai merosot.

Dengan emosi dan pendirian masing masing yang merasa paling benar, kisah itu belum berujung, dari sikap saling menyalahkan, hingga membeberkan aib masing masing di sosial media, sudah pasti secara tak langsung mereka memberi hiburan gratis bagi para netizen. Padahal apakah yang mereka dapatkan dengan share masalah mereka di sosmed? Public figur bukan, pejabat pun bukan. Bisakah mereka sedikit saja meminjam rasa pada anak anak , agar tahu apa yang mereka rasakan.

Dan akhirnya mereka berpisah, DARA yang berkesempatan untuk mengurus dan merawat anak anak. Dipersimpangan jalan itu, Dara mengenang tentang semua kejadian pahit ini yang tak henti berputar dalam pikirannya. Dan dia memetik sebuah kesimpulan dalam dirinya sendiri:

” Inikah output dari pemikiran yang terobsesi dengan pikiran sendiri”
Kurogoh smartphoneku dari kantong tas yang kusandang, diawali dari benda mungil inilah aku menjalani ujian hidup yang mempersulit diriku sendiri. Lalu apa hakku menyalahkan orang lain?

Note untuk BRAM :

Maaf…khilaf yang kuciptakan…membuatku…kamu…KITA…gagal mendapatkan tiket menuju sakinah mawadah warohmah…

namun jari tanganku tak mampu menekan tombol send yang ada layar handphone ini. Mungkin lebih baik pesan ini memang tidak terkirim, dan mungkin juga benda ini jauh lebih baik tidak lagi berada di tanganku dan hidupku, karena ternyata aku belum mampu menggenggam benda elcetrik mungilĀ  ini.

Dan kalimat itu tak bisa diakui DARA kepada BRAM…
Hanya sesal yang setia bejalan di sisi, menjadi bayangan.

Message Not Send…

~ story about you ~

by nDien

Febuary 2019

menjadi pengguna smartphone bijak klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *